Pages

27.3.11

Mulai dengan 'Ilmu Katanya'

HARI itu, akhir 2009. Berbekal lahan milik kawan di Kab. Bogor, Jawa Barat, PL mulai maen lele. Tiga petak kecil kolam semen berdiri. Biayanya sekitar Rp 3 juta. Benih dari pasar Parung ditebar. Hasilnya: nol besar!
Apa pasalnya? Jawabnya, jelas. PL bersama rekan sekampung pemilik lahan, menerapkan teknologi budidaya berbasis 'ilmu katanya'. Ya, kami menerapkan cara budidaya yang diceritakan tetangga yang berkunjung ke kolam. Inti ilmunya yakni memelihara lele tidak sulit. Semakin jorok media kian baik.
Maka jadilah kolam kami bau luar biasa. Nyaris semua sampah pasar tumpah ke kolam. Sampah sayuran, ikan, bangkai ayam, dll. Hari pertama lele belum bermasalah. Tiga hari kemudian satu-dua lele terlihat 'zikir' alias berdiri di tepi kolam saja. Dia malas berenang. Keesokan hari mengambang. Dan, esok demi esok kian banyak hingga tiada lele yang dipanen.
Menyerahkan PL? Tidak! Seorang tetangga suatu hari mengajak kami ikut pertemuan di Cibinong yang menghadirkan Abah Nasrudin, pembudidaya lele Sangkuriang di Gadok, Jawa Barat. PL jadi teringat pernah membaca profilnya di koran Kompas. Di sana terdapat satu kolam contoh budidaya lele Sangkuriang.
Dari pertemuan tersebut dan melihat kolam contoh, saya sadar telah menjalankan cara berbudidaya lele yang keliru beberapa bulan sebelumnya. PL-pun yakin dapat menerapkan metoda yang dikembangkan Abah Nasrudin.
Belakangan PL berinteraksi dengan keluarga Abah Endang, juga pembudidaya lele Sangkuriang di Gadok yang lumayan sukses. Di sini saya belajar banyak. Hingga kini PL telah setahun berbudidaya lele Sangkuriang (pembesaran). Dan, sebulan terakhir mulai membuka lapak pembenihan setelah membeli indukan asli lele Sangkuriang dari balai benih.
Intinya, keliru belajar berdasar informasi 'katanya'. Kita perlu melihat langsung teknik budidaya yang diterapkan rekan pembudidaya yang lebih dulu. Lalu kita terapkan dan kembangkan di lahan sendiri.*

2 comments:

mcabenick@yahoo.com said...

wah, pengalaman luar biasa kang. terharu mendengar lele bisa berdiri zikiran. bisa bagi2 ilmunya gak kang? pengen nyoba juga nih. maklum pengangguran setelah pehaka. nuwun

Si Pojok said...

ayo, dimulai saja, bang. jangan ragu. btw, lokasi dimana?