Berita VOA (Voice of America) yang disiarkan melalui Radio Elshinta, Minggu, pukul 21.00 WIB, membuat saya mengernyitkan kening. Berita itu tentang pemakaman tiga terpidana mati kasus terorisme Bom Bali I. Ketiga terpidana dieksekusi Minggu dini hari dan dikebumikan Minggu siang. VOA memberitakan, pemakaman jenazah Amrozi, Imam Samudera, dan Mukhlas dihadiri ribuan "muslim militan". VOA menyebutkan salah satu dasar mereka menyebut massa pelayat sebagai "muslim militan" --meski tidak langsung-- karena meneriakkan "Allahuakbar" saat mengiringi pemakaman.
Beberapa pertanyaan yang perlu VOA jawab atas beritanya tersebut. Pertama, apakah karena massa pelayat menghadiri pemakaman ketiga terpidana teroris lalu mereka otomatis "militan", seperti halnya Amrozi dan kawan-kawan? Padahal, kemungkinan besar, sebagian pelayat tidak memiliki hubungan langsung dengan almarhum. Kedua, bagaimana VOA mengambil kesimpulan antara penyebutan puji-pujian dalam Islam, antara lain, "Allahuakbar" identik dengan "militan".
Jika mengikuti alur berpikir VOA maka semua umat Islam yang mendirikan ibadah salat, pasti "muslim militan". Bahkan lebih "militan" dibanding sekadar para pelayat, karena seorang muslim yang baik mengumandangkan puluhan kali "Allahuakbar" dalam salat lima waktu.
Namun, bukankah VOA memang didirikan sebagai media propaganda Amerika Serikat. Hal ini tidak terbantah. Masalahnya, orang-orang yang berdiri di balik setiap berita VOA --termasuk sejumlah yang diimpor dari Indonesia-- adalah jurnalis. Bukankah jurnalis dididik agar senantiasa cermat. Merekapun harus senantiasa hanya menyiarkan fakta, bukan opini?
Perang melawan terorisme yang dikobarkan Paman Sam tentu tidak harus mematikan nilai dasar jurnalisme: jujur, adil, tidak berpihak dan seterusnya. Tak terkecuali VOA, jurnalis media apapun sejak hari pertama meneken kontrak sebagai wartawan telah mengucapkan "sahadat" untuk berdiri di atas semua agama, golongan, kelompok. Dan, tentu termasuk tidak berpihak pada salah satu partai pada Pemilu 2009.*(read1)
No comments:
Post a Comment