SAYA tidak sendiri. Teman-teman pecinta buku ternyata geram juga atas tindakan Akbar Tandjung itu. Mereka marah bukan hanya karena menyomasi penulis, tapi juga mengancam toko buku Gramedia agar menarik "Buloggate". Entah toko buku Gunung Agung. Namun seorang petugas Gramedia di Blok M yang saya temui sesaat setelah menerima somasi Akbar menjelaskan, buku telah ludes saat perintah pimpinannya agar menarik "Buloggate". Mungkin ada "satgas khusus" yang memborongnya.
Berikut salah satu komentar di yahoogroups (http://groups.yahoo.com/group/pasarbuku/message/6980?var=1) dengan judul topik "Buku Skandal Bulog Ditarik dari Toko Buku". Dia menanggapi berita di Kompas.
Jakarta, 25 Juli 2002, Kompas - Upaya pemberangusan buku ternyata masih saja terjadi. Buku berjudul Buloggate: Aburrahmangate, Akbargate, Megaskandal menghilang dari toko-toko buku, Selasa(23/7), setelah Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung melalui tim kuasa hukumnya meminta agar penulis, editor, dan penerbit buku menghentikan peredaran dan menarik buku tersebut.
Buku rekanman peristiwa penyalahgunaan dana Yayasan Dana Sejahtera (Yanatera) Badan dan Urusan Logistik (Bulog) dan penyelewengan dana Bulog itu ditulis oleh Mad Ridwan dan Guntoro Soewarno, serta editor Guntur Subagja. Buku tersebut diterbitkan oleh PT Global Mahardika Netama dengan cetakan pertama sebanyak 3.000 eksemplar.
Note: Silahkan berkomentar tentang Pemberangusan Buku yang masih terjadi, dengan mengklik link Comments? atau tombol Post Comment. Terima kasih.
Astaganaga!
Ada pemberangusan buku lagi?
Akbar itu kan Ketua DPR?! Astaga! Ini orang ngerti urusan HAM dan demokrasi kagak? Kuasa hukumnya diminta memberangus buku?! Bagaimana caranya? Apa ada tentara atau polisi atai preman yang mendatangi toko buku dan kemudian melakukan swiping? Tolong diperjelas berita ini!
Atau caranya dengan membeli semua buku yang ada di toko buku itu?
Singkat kata, kita harus bergerak melakukan perlawanan kalau benar telah dilakukan swiping dalam usaha memberedel buku ini!
Hubungi Dewan Kesenian Jakarta, Pusat Dokumentasi HB Jassin, IKAPI, Komunitas Utan Kayu, dll. Kalau perlu melakukan demolah ke DPR dan MPR dan Istana! Ini tidak boleh dibiarkan! Kita harus melawan kezaliman ini!* Ikranagara
No comments:
Post a Comment